NiteFoxy, the concept

Hikmah Islam, LoveStories, LifeStories, joking anecdotes, Need2Know

Aku and Atasanku

Kalau Kerjaku lama selesai
Aku dibilang lambat sekali
kalau Atasanku kerjanya lama sekali
Dia bilang “Saya sangat teliti sekali”

Kalau aku melalaikan Kerja
Dia bilang aku Malas
Kalau dia yang lalai
Dia bilang “Sibuk banget sih”

Kalau aku melakukan Sesuatu tanpa di Suruh
Dia bilang Aku sok pintar
Kalau dia melakukan Yang Sama
“Itu inisiatif namanya”, kata beliau

Kalau aku menyenangkan Atasanku
Kata orang aku Penjilat
Kalau Atasanku Menyenangkan atasannya
Dia bilang “Itu yang namanya bekerja sama”

Kalau kerjaanku baik, Atasanku tak pernah ingat
Kalau aku berbuat sedikit salah, Dia tak pernah Lupa.

Kalau Atasanku Memutuskan tanpa Komunikasi,
Dia bilang “Karena Aku Atasanmu”
Kalau Aku melakukan hal yang sama,
“Kamu tidak punya mulut untuk Bicara” katanya.

  • [e-source: world wide web]

October 2, 2007 Posted by nitefoxy | LifeStories | | 1 Comment

Cinta itu seperti Nunggu Bis

Cinta itu seperti seseorang yang menunggu BIS. Sebuah bis datang, dan kau bilang “wah…terlalu penuh, nggak bisa duduk nih! Aku tunggu bis berikutnya saja”
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata,”Aduh bisnya sudah tua dan jelek begini…. nggak mau ah….” Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, kondisinya masih bagus, tapi kamu bilang, “Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan”, maka kamu membiarkan bis ketiga pergi. Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi kuliah.
Ketika bis kelima datang, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.  Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan menuju kampusmu!!!
Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar “ideal” untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk “calon”, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada “bis” yang berhenti di depan kita (tentunya dengan jurusan yang kita inginkan).  Apabila ternyata memang “bis” itu tidak cocok, kita masih bisa berteriak, “Kiri” dan keluar dari bis. Maka memberi kesempatan pada “bis”, semuanya bergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus “jalan kaki menuju kampus” dalam arti meneruskan hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau kita benar-benar menemukan bis yang “kosong, masih baru, dan ber-AC, dan tentunya sejurusan”, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk ke dalamnya, karena menemukan bis seperti itu adalah suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti tapi tidak semua orang yang mendapatkannya.
Ingat usia anda:

  • Usia 17-20an : Siapa Saya
  • Usia 20-30an : Siapa Dia
  • Usia 30-50an : Siapa sajalah, yang penting ada…… :)
  • [e-source: world wide web]

October 2, 2007 Posted by nitefoxy | LoveStories | | No Comments

Setiap Do’a Pasti Terkabul

Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepadaKu.” (QS. Al-Baqarah : 186).
Sebuah kebodohan yang tidak jarang dilakukan oleh manusia, adalah berprasangka buruk kepada Allah SWT, dimana ia menyangka lebih mengetahui apa yang baik, lebih baik dan terbaik bagi dirinya daripada Allah SWT. Tidak jarang, kebodohan ini membawanya kepada sikap hidup yang negative, mudah putus asa, dan menjauh dari Allah SWT dan dari ajaran Islam itu sendiri.
Merupakan kedzaliman pula, yang tidak sedikit dilakukan manusia, dimana ia menempatkan Allah SWT dibawah dirinya. Kedzaliman ini terlihat dengan menempatkan Allah sebagai lebih bodoh daripada dirinya. Ia mendiktekan keinginannya, menimbang baik buruknya kehidupan atas penilaiannya, bahkan ia pun menilai Allah SWT berdasarkan apa yang dipikirkan dan dirasakannya.
Lalu, ketika kebodohan dan kedzaliman berpadu, maka kita saksikan manusia yang dengan cepat berputus asa dari rahmat Allah. Kesulitan hidup yang dialaminya, membuatnya kian menjauh dari Allah SWT. Kesuksesan yang dicapainya, membuatnya kian melupakan Allah. Kemiskinan dan “kesengsaraan” yang dialami, seolah meyakinkan dia, bahwa Allah tidak menyayangi dan mengabaikannya. Kesuksesan dan keberhasilan hidup, seolah memantapkan dirinya, bahwa tanpa Allah SWT pun manusia bisa mencapai apa yang diinginkannya.
Inilah kebodohan, karena ia belum mengetahui hakikat kehidupan itu sendiri. Kesengsaraan dan kesuksesaan, bukanlah ukuran kasih sayang Allah kepada hambaNya. Adakalanya ia menjadi ujian dan cobaan, yang bila dihadapi dengan kesabaran akan meningkatkan kemuliaannya di sisi Allah dan kehormatannya dalam kehidupan dunia. Bisa jadi pula, itu merupakan peringatan agar manusia segera kembali kepada jalan yang diridhaiNya. Semua itu, justru semakin mendekatkan manusia kepada Allah.
Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa manusia yang paling banyak mengalami ujian dan cobaan adalah para nabi dan RasulNya. Sejarah hidup Rasulullah saw pun, tiada henti-hentinya diuji dan dicoba, dengan ujian dan cobaan yang kian berat dan besar. Namun, seiring memuncaknya ujian dan cobaan itu, meningkat pulalah kemuliaannya, dan kehormatan kaum muslimin yang mengikutinya.
Salah satu kunci agar semua ujian dan cobaan itu menjadi anak tangga bagi pencapaian kemuliaan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak, adalah do’a. Do’a, atau permohonan kepada Allah SWT, itulah sumber kekuatan manusia beriman. Mereka akan berdo’a dikala kesulitan dan kesengsaraan mendera, karena sesungguhnya semua itu terjadi semata atas izin Allah. Dari kesengsaraan dan kesulitan itu, akan terbukalah berbagai hikmah dan pelajaran hidup yang tidak mungkin diperoleh dari kesuksesan dan keberhasilan. Dan dikala kesuksesan dan keberhasilan diraih, maka orang beriman pun akan berdo’a pula, sehingga apa yang diraihnya menjadi sarana untuk semakin mendekatkan dirinya kepada Allah.
Setiap do’a yang dipanjatkan dengan ikhlas dan dengan cara yang baik, pastilah akan Allah kabulkan. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepadaKu. Inilah janji Allah bagi hambaNya yang berdo’a. Janji Allah yang tidak mungkin salah dan diingkari. Setiap do’a yang dipanjatkan, pastilah dikabulkan.
Hanya saja, kebodohan dan kedzaliman manusia sendirilah yang seringkali tidak memahami bagaimana Allah mengabulkan do’anya. Allah SWT pastilah mengabulkan do’a hambaNya, dengan sebaik-baik bentuk. Adakalanya do’a itu dikabulkan sebagaimana yang diinginkan oleh hamba yang berdo’a. Adakalanya do’a itu dikabulkan tidak sebagaimana yang diinginkan oleh hamba yang berdo’a. Mungkin tidak pada waktu yang dekat, tidak di tempat yang sama, atau tidak dalam bentuk sebagaimana yang diharapkan oleh manusia itu sendiri. Itu semua adalah kebijaksanaan Allah, ke-Mahatahuan Allah atas apa yang terbaik bagi hambaNya.
Jika seorang hamba memohon dilepaskan dari kemiskinan, tidak selamanya kemiskinan berarti buruk bagi dirinya, dan tidak pasti kekayaan yang datang melimpah akan menjadikan hidupnya lebih baik. Lihatlah pada kenyataan, tidak sedikit orang yang pada saat miskin dihormati karena sikapnya yang rendah hati, ulet, dan bersahaja, namun tatkala kesuksesan diraih, ia berubah menjadi manusia yang hina, tinggi hati dan meremehkan orang lain.
Jadi, orang-orang beriman memanjatkan do’a dengan keyakinan bahwa Allah SWT pasti akan mengabulkannya. Allah SWT pasti akan mengabulkan dengan ke-MahabijaksanaanNya dan ke-MahatahuanNya atas apa yang terbaik bagi dirinya. Karena itulah, orang beriman akan menyadari, bahwa semua yang terjadi dan dihadapinya adalah yang terbaik Allah berikan bagi dirinya. Adakah itu penderitaan atau kesenangan, kegagalan atau kesuksesan, semua itu terjadi atas seizin Allah. Itu semua, bila dihadapi dengan iman, kesabaran dan tiada henti untuk bersyukur dan berikhtiar, pastilah akan menjadi anak tangga menuju kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

  • [e-source: world wide web]

October 2, 2007 Posted by nitefoxy | Hikmah Islam | | No Comments

Reduction Management

Blank-Dear Employee,
As a result of the reduction of money budgeted for department areas, we are forced to cut down on our number of personnel. Under this plan, older employees will be asked to take early retirement, thus permitting the retention of younger people who represent our future.
Therefore, a program to phase out older personnel by the end of the current fiscal year, via retirement, will be placed into effect immediately. This program will be known as S.L.A.P (Sever Late-Aged Personnel). Employees who are S.L.A.P.P.E.D will be given the opportunity to look for jobs outside the company.
S.L.A.P.P.E.D employees can request a review of their employment records before actual retirement takes place. This review phase of the program is called S.C.R.E.W.
S.C.R.E.W (Survey of Capabilities of Retired Early Workers). All employees who have been S.L.A.P.P.E.D and S.C.R.E.W.E.D may file an appeal with upper management.
This appeal is called S.H.A.F.T (Study by Higher Authority Following Termination). Under the terms of the new policy, an employee may be S.L.A.P.P.E.D once, S.C.R.E.W.E.D twice, but may be S.H.A.F.T.E.D as many times as the company deems appropriate.
If an employee follows the above procedure, he/she will be entitled to get: H.E.R.P.E.S (Half Earnings for Retired Personnel’s Early Severance) or C.L.A.P (Combined Lump sum Assistance Payment). As H.E.R.P.E.S and C.L.A.P are considered benefit plans, any employee who has received H.E.R.P.E.S or C.L.A.P will no longer be S.L.A.P.P.E.D or S.C.R.E.W.E.D by the company.
Management wishes to assure the younger employees who remain on board that the company will continue its policy of training employees through our: Special High Intensity Training (S.H.I.T). We take pride in the amount of S.H.I.T our employees receive. We have given our employees more S.H.I.T than any company in this area. If any employee feels they do not receive enough S.H.I.T on the job, see your immediate supervisor.
Your supervisor is specially trained to make sure you receive all the S.H.I.T you can handle. And, once again, thanks for all your years of service with us.
Best Regards,
CEO.

  • [e-source: world wide web]

October 2, 2007 Posted by nitefoxy | joking anecdotes | | No Comments

the 25 Most Powerful Women

  1. Angela Merkel (Chancellor) Germany
  2. Wu Yi (Vice premier) China
  3. Ho Ching (Chief executive, Temasek Holdings) Singapore
  4. Condoleezza Rice (Secretary of State) U.S.
  5. Indra K. Nooyi (Chairman, chief executive, PepsiCo) U.S.
  6. Sonia Gandhi (President, Congress Party) India
  7. Cynthia Carroll (Chief executive, Anglo American) U.K.
  8. Patricia A. Woertz (Chairman, Archer Daniels Midland) U.S.
  9. Irene Rosenfeld (Chairman, chief executive, Kraft Foods) U.S.
  10. Patricia Russo (Chief executive, Alcatel-Lucent) U.S.
  11. Michèle Alliot-Marie (Minister for the Interior and overseas territories) France
  12. Christine Lagarde (Minister of economy, finance and employment) France
  13. Anne M. Mulcahy (Chairman, chief executive, Xerox) U.S.
  14. Anne Lauvergeon (Chief executive, Areva) France
  15. Mary Sammons (Chairman, chief executive, president, Rite Aid Corp.) U.S.
  16. Angela Braly (Chief executive, president, WellPoint) U.S.
  17. Marjorie Scardino (Chief executive, Pearson PLC) U.K.
  18. Wu Xiaoling (Deputy governor, People’s Bank of China) China
  19. Brenda Barnes (Chairman, chief executive, Sara Lee Corp.) U.S.
  20. Ruth Bader (Ginsburg Supreme court justice) U.S.
  21. Oprah Winfrey (Chairman, Harpo) U.S.
  22. Margaret Whitman (Chief executive, president, Ebay) U.S.
  23. Queen Elizabeth II (Queen) U.K.
  24. Melinda Gates (Cofounder, cochairman, Bill and Melinda Gates Foundation) U.S.
  25. Hillary Rodham Clinton (U.S. senator, New York) U.S.
  • [e-source: world wide web]

October 2, 2007 Posted by nitefoxy | Need2Know | | No Comments