Bershahabat dengan para Shalihin
September 30, 2007 at 1:18 pm Leave a comment
Kepada setiap Muslimin yang aktif dalam kegiatan da’wah, saya memohon satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hendaknya Anda sekalian selalu mengadakan hubungan dengan mereka yang senantiasa dekat dengan Allah swt (Waliyullah) dan banyaknya berkhidmat kepada mereka. Karena ini dapat menjadi penyebab kuatnya iman kita serta mendatangkan kebaikan dan keberkatan dalam hidup kita.
Rasulullah Saw bersabda:
“Maukah saya tunjukkan kepadamu suatu perkara yang dengannya kamu akan memperoleh kebaikan di dunia dan akherat? Hendaklah engkau menyertai mereka yang selalu mengingati dan membesarkan Allah Swt.”
Untuk dapat menyertai mereka yang dekat dengan Allah Swt kita harus tahu bagaimana sebenarnya tanda-tanda mereka yang cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Tanda-tandanya adalah mereka akan selalu mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah karena Allah telah menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan bagi ummatnya. Allah berfirman:
“Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Barang siapa mengikuti Rasulullah dengan penuh taat dan setia berarti dia adalah Waliyullah. Dan barang siapa yang jauh dari sunnah-sunnah Rasulullah saw maka dia telah jauh dari Allah SWT. dan tidak akan mendapatkan Rahmat-Nya. Para ahli tafsir menulis, barang siapa yang mengaku mencintai Allah swt tetapi tidak mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah maka dia adalah pendusta.
Sudah menjadi syarat dalam bercinta bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan yang dicintai mestilah kita cinta juga. Jika kita cinta pada seseorang maka kita pun akan cinta pada rumahnya, jendelanya, piringannya, tamannya sampai binatang peliharaannya. Seorang penyair telah mengutip kata-kata masyhur dari Amrul Qais, kekasih Laila:
“Tatkala kulewati kotanya Laila ku mencintai setiap pintu temboknya Sebenarnya bukan kota itu yang aku cintai tetapi seseorang yang tinggal di kota itulah yang aku cintai.”
Seorang penyair lain berkata:
“Kamu pura-pura mencintai Allah, padahal perbuatan-perbuatanmu bertentangan dengan perintah Allah seandainya cintamu itu sejati, tentulah kamu selalu menanti-Nya Sesungguhnya orang yang mencintai selalu mentaati yang dicintainya.”
Rasulullah bersabda: “Seluruh ummatku akan masuk surga kecuali mereka yang enggan.” Para sahabat bertanya,”Siapa yang enggan itu ya Rasulullah saw?” Jawab beliau, “Siapa yang mentaatiku akan masuk surga dan siapa yang mengingkariku maka sesungguhnya dialah yang enggan.”
Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga segala keinginannya mengikuti apa yang aku bawa.” (Misykaat)
Sungguh suatu hal yang mengherankan jika seorang mengaku dirinya Muslim tetapi dia tidak taat kepada Allah Swt dan meninggalkan sunnah-sunnah Rasul-Nya. Dan jika hal ini kita sampaikan kepada mereka bahwa mereka meninggalkan sunnah Rasulullah maka mereka akan marah.
Said ra berkata dalam sebuah syair,
“Barang siapa menentang Nabi, maka perjalanan apapun yang ditempuhnya tidak akan sampai ke tempat tujuan.” Wahai insan yang lalai, Aku khawatir kalian tidak akan sampai ke ka’bah, Karena jalan yang kau lalui menuju ke Turki.
-
[e-source: world wide web]
Entry filed under: Hikmah Islam. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed