Nelayan dan Usahawan
Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok.
‘Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan ?’ tanya usahawan itu.
‘Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,’ jawab nelayan.
‘Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan ?’ tanya usahawan.
‘Untuk apa ?’ nelayan balas bertanya.
‘Engkau dapat mengumpulkan lebih banyak,’ jawabnya. ‘Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau da-pat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu cukup untuk membeli dua kapal… bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.’
‘Selanjutnya aku mesti berbuat apa ?’ tanya si nelayan.
‘Selanjutnya kau bisa beristirahat dan menikmati hidup,’ kata si usahawan.
‘Menurut pendapatmu, sekarang ini aku sedang berbuat apa ?’ kata si nelayan puas.
Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikmati hidup seutuhnya daripada menumpuk uang.
-
[e-source: world wide web]
Add comment September 30, 2007
Sirami Bunga Kita dengan Cinta
“Awal bulan depan, genap satu tahun pernikahan kita. Sementara bunga kecil di perutmu sudah mulai mendesak-desak ingin keluar, hmm… tak terasa sebentar lagi bunga itu akan keluar dan menghiasi harum rumah kecil ini. Dik, sungguh aku sudah tidak sabar untuk menciuminya sepuasku hingga tak satupun orang lain kuberikan kesempatan mencium dan memeluknya sebelum aku, ayahnya, bosan menciumnya.
Satu tahun empat bulan yang lalu, aku masih ingat saat datang ke rumahmu untuk berkenalan dengan keluargamu. Takkan pernah hilang dalam ingatanku, betapa kedatanganku yang ditemani beberapa sahabat untuk berkenalan malah berubah menjadi sebuah prosesi yang aku sendiri tidak siap melakukannya, yah… aku melamarmu dik….
Padahal, baru satu minggu sebelum itulah kita berkenalan di rumah salah seorang sahabatmu. Waktu itu, aku tak berani menatap wajahmu meski ingin sekali aku beranikan diri untuk mengangkat wajahku dan segera menatapmu. Tapi, entah magnet apa yang membuatku terus tertunduk. Kenakalanku selama ini ternyata tidak berarti apa-apa dihadapanmu, kurasakan sebuah gunung besar bertengger tepat di atas kepalaku dan membuatku terus tertunduk.
Dik, aku juga masih ingat dua hari setelah pernikahan kita, kamu masih tidak mau membuka jilbab didepanku meski aku sudah sah sebagai suamimu. Tidurpun, kita masih berpisah, kamu diatas kasur empuk yang aku belikan beberapa hari sebelum pernikahan, sementara aku harus kedinginan tidur dilantai beralaskan selimut.
Hmm, aku masih sering tersenyum sendirian kala mengingat kata-kataku untuk merayumu agar mau membuka jilbab. “Abang cuma ingin tahu, istri abang nih ada telinganya nggak sih”. Kata-kata lembutku pada malam ketiga itu langsung disambar dengan pelototan mata indahmu. “Teruslah dik, mata melotot adik takkan pernah membuat abang takut atau menyerah, malaaah, adik makin terlihat cantik, makin jelas indahnya mata adik”.
Setelah kata-kata itu meluncur dari mulut jahilku, bertubi-tubi pukulan sayang mendarat di tubuh dan kepalaku karena adik menganggap aku meledekmu. Tapi waktu itu, aku justru merasakan kehangatan pada setiap sentuhan tanganmu yang mengalir bak air di pegunungan. Karena aku yakin, dibalik pukulan-pukulan kecil itu, deras kurasakan cintamu seiring hujan yang turun sejak selepas maghrib.
Indah bunga seroja di taman mungkin takkan pernah bisa mengungkapkan eloknya cinta kita, cinta yang didasari atas kecintaan kepada Allah. Allah-lah yang menciptakan hati, jiwa dan ragamu begitu rupa sehingga aku mencintaimu. Aku pun berharap, atas dasar cinta Allah pulalah adik mencintaiku. Karena hanya dengan cinta karena Allah, cinta ini akan terus berbunga dan mewangi selamanya.
Cinta hakiki adalah cinta kepada zat yang menciptakan cinta itu sendiri, begitu seorang bijak berkata. Cinta tidak dirasa tanpa pengorbanan, kasih sayang bukan sekedar untaian kata-kata indah, dan kerinduan yang terus takkan pernah terwujud jika hanya sebatas pemanis bibir, tambah sang bijak.
Langit akan selamanya cerah, bila kita suburkan cinta ini. Mentari takkan pernah bosan bersinar selama kasih antara kita tetap terpatri dan rembulan pun tetap tersenyum, selama kita isi hari-hari dengan segala keceriaan yang jujur.
Tak terasa, malam semakin larut dik. Baru saja kudengar dentang jam berbunyi duabelas kali. Sementara tangan ini masih asik dengan pena dan secarik kertas putih. Kan kutulis semua rasa bathinku malam ini, semua keindahan, kehangatan, dan hidup dibawah naungan cinta bersamamu karena Allah. Tapi, maafkan aku dik, karena aku juga akan mengkhabarimu hal yang tidak pernah kuceritakan kepadamu sebelumnya.
Kau sandarkan kepalamu di dadaku, lelap sudah malam menghantarmu tidur. Tapi, ah… bunga kecil kita ternyata belum tidur dik… sesekali kurasakan sentuhan kakinya dari dalam perutmu. Rupanya bunga kecil itu sudah mengenaliku sebagai ayahnya, kurasakan berkali-kali diberbagai kesempatan berdampingan denganmu, tangan-tangan kecilnya berupaya menggapai dan menyentuhku seakan memintaku untuk segera menggendongnya.
Malam ini, ada tangis dihatiku yang tidak mungkin aku curahkan padamu. Karena aku tahu, kaupun sudah cukup sering menahan tangismu agar tidak terlihat olehku. Jadi, mana mungkin aku menambahinya dengan air mataku yang mulai menggenang di bibir kelopak mataku ini.
Sebagai suami, aku merasa belum mampu membahagiakanmu dik. Nafkah yang kuberikan kepadamu setiap bulan, tidak pernah cukup bahkan untuk dua minggu pun. Sehingga untuk keperluan dua minggu berikutnya, aku harus meminjamnya dari teman-temanku tanpa sepengetahuanmu dan aku hanya membisikimu, “rizqumminallaah”.
Setahun kita menikah, tak sehelaipun pakaian kubelikan untukmu. Bahkan aku sering menangis, saat mengajakmu pergi, adik harus bingung mencari-cari sandal yang layak dipakai. Tak pernah aku mengajakmu untuk berjalan-jalan, karena aku selalu disibukkan dengan segala urusanku, tak peduli hari libur. Aku selalu berharap adik tampil cantik dan segar sepanjang hari, tapi tak pernah kubelikan adik alat-alat kecantikan. Dan yang terakhir, aku tak kuasa mengingatnya dik, meski berat kita harus melalui saat-saat kita makan dengan makanan seadanya, bahkan tidak jarang kita berpuasa. Waktu itu adik bilang, “Biarlah bang, adik lebih rela makan sedikit dan seadanya daripada kita harus berhutang, karena hidup tidak akan tenteram dan selalu merasa dikejar-kejar”.
Sebentar lagi, bunga kecil itu akan hadir dik. Akankah aku, ayahnya, membiarkannya tumbuh dengan apa adanya seperti yang aku lakukan terhadapmu dik. Bersyukurlah ia karena mempunyai ibu yang sholehah dan selalu menjaga kedekatannya dengan Allah. Karena, walau gizi yang diberikannya kelak tidak sebanyak kebanyakan anak-anak lainnya, tetapi ibunya akan mengalirkan gizi takwa dihatinya, mengenalkan Allah sebagai Rabb-nya, Muhammad sebagai tauladannya dan mengajarkan Al Qur’an sebagai petunjuk jalannya kelak. Ibunya akan mengajarkan kebenaran kepadanya sehingga mampu membedakan mana hak dan mana bathil,
Dik, jika ia lahir nanti, sirami hatinya dengan dzikir, suburkan jiwanya dengan lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an, hangatkan tubuhnya dengan keteguhan menjalankan dinnya, baguskanpula hatinya dengan mengajarkannya bagaimana mencintai Allah dan Rasul-Nya, ajarkan juga ia berbuat baik kepada orangtua dan orang lain, bimbinglah ia dengan ilmu yang kau punya, sehingga dengan ilmu itu ia tidak menjadi orang yang tertindas. Jadikan jujur sebagai pengharum mulutnya serta kata-kata yang benar, baik, lembut dan mulia sebagai penghias bibirnya. Sematkan kesabaran dalam setiap langkahnya, taburi pula benih-benih cinta di dadanya agar ia mampu mengukir cinta dan kasih sayang dalam setiap perilakunya, dan yang terakhir kenakan takwa sebagai pakaiannya setiap hari.
Jika demikian, insya Allah harapan dan do’a kita untuk tetap bersama sampai di surga kelak akan lebih mudah kita gapai. Aku berharap, engkau membaca surat yang kuselipkan di bawah bantalmu malam ini. Dan jika kau telah membacanya esok pagi, jangan katakan apapun kecuali ciuman hangat di tanganku. Karena dengan begitu, aku tahu kau telah membacanya.”
-
[e-source: world wide web]
Add comment September 30, 2007
Bershahabat dengan para Shalihin
Kepada setiap Muslimin yang aktif dalam kegiatan da’wah, saya memohon satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hendaknya Anda sekalian selalu mengadakan hubungan dengan mereka yang senantiasa dekat dengan Allah swt (Waliyullah) dan banyaknya berkhidmat kepada mereka. Karena ini dapat menjadi penyebab kuatnya iman kita serta mendatangkan kebaikan dan keberkatan dalam hidup kita.
Rasulullah Saw bersabda:
“Maukah saya tunjukkan kepadamu suatu perkara yang dengannya kamu akan memperoleh kebaikan di dunia dan akherat? Hendaklah engkau menyertai mereka yang selalu mengingati dan membesarkan Allah Swt.”
Untuk dapat menyertai mereka yang dekat dengan Allah Swt kita harus tahu bagaimana sebenarnya tanda-tanda mereka yang cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Tanda-tandanya adalah mereka akan selalu mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah karena Allah telah menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan bagi ummatnya. Allah berfirman:
“Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Barang siapa mengikuti Rasulullah dengan penuh taat dan setia berarti dia adalah Waliyullah. Dan barang siapa yang jauh dari sunnah-sunnah Rasulullah saw maka dia telah jauh dari Allah SWT. dan tidak akan mendapatkan Rahmat-Nya. Para ahli tafsir menulis, barang siapa yang mengaku mencintai Allah swt tetapi tidak mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah maka dia adalah pendusta.
Sudah menjadi syarat dalam bercinta bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan yang dicintai mestilah kita cinta juga. Jika kita cinta pada seseorang maka kita pun akan cinta pada rumahnya, jendelanya, piringannya, tamannya sampai binatang peliharaannya. Seorang penyair telah mengutip kata-kata masyhur dari Amrul Qais, kekasih Laila:
“Tatkala kulewati kotanya Laila ku mencintai setiap pintu temboknya Sebenarnya bukan kota itu yang aku cintai tetapi seseorang yang tinggal di kota itulah yang aku cintai.”
Seorang penyair lain berkata:
“Kamu pura-pura mencintai Allah, padahal perbuatan-perbuatanmu bertentangan dengan perintah Allah seandainya cintamu itu sejati, tentulah kamu selalu menanti-Nya Sesungguhnya orang yang mencintai selalu mentaati yang dicintainya.”
Rasulullah bersabda: “Seluruh ummatku akan masuk surga kecuali mereka yang enggan.” Para sahabat bertanya,”Siapa yang enggan itu ya Rasulullah saw?” Jawab beliau, “Siapa yang mentaatiku akan masuk surga dan siapa yang mengingkariku maka sesungguhnya dialah yang enggan.”
Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga segala keinginannya mengikuti apa yang aku bawa.” (Misykaat)
Sungguh suatu hal yang mengherankan jika seorang mengaku dirinya Muslim tetapi dia tidak taat kepada Allah Swt dan meninggalkan sunnah-sunnah Rasul-Nya. Dan jika hal ini kita sampaikan kepada mereka bahwa mereka meninggalkan sunnah Rasulullah maka mereka akan marah.
Said ra berkata dalam sebuah syair,
“Barang siapa menentang Nabi, maka perjalanan apapun yang ditempuhnya tidak akan sampai ke tempat tujuan.” Wahai insan yang lalai, Aku khawatir kalian tidak akan sampai ke ka’bah, Karena jalan yang kau lalui menuju ke Turki.
-
[e-source: world wide web]
Add comment September 30, 2007
It’s the matter of Winning
Three contractors were touring the White House on the same day. One was from New York, another from Missouri, and the third from Florida. At the end of the tour, the guard asked them what they did for a living.
When they each replied that they were contractors the guard said: “Hey, we need one of the rear fences redone. Why don’t you guys look at it and give me a bid.”
So to the back fence they went. First up was the Florida contractor. He took out his tape measure and pencil, did some measuring and said, “Well I figure the job will run about $900. $400 for materials, $400 for my crew, and $100 profit for me.”
Next was the Missouri contractor. He also took out his tape measure and pencil, did some quick figuring and said, “Looks like I can do this job for $700. $300 for materials, $300 for my crew,
and $100 profit for me.”
Then the guard asks the New York contractor how much. Without so much as moving the contractor says, $2700.”
The guard, incredulous, looks at him and says: “You didn’t even measure like the other guys!
How did you come up with such a high figure?”
“Easy” says the contractor from New York, “$1,000 for me, $1,000 for you and we hire the guy from Missouri.”
-
[e-source: world wide web]
Add comment September 30, 2007
Misc Ten of Hollywood part.2
- Best Angelina Jolie Movie: Sky Captain and the World of Tomorrow, The Bone Collector, Taking Lives, Original Sin, A Mighty Heart, Lara Croft: Tomb Raider, Lara Croft Tomb Raider: The Cradle of Life, Beyond Borders, Life or Something Like It, The Good Shepherd.
- Best Eddie Murphy Movie: Trading Places, Beverly Hills Cop, Coming to America, Dreamgirls, Beverly Hills Cop II, 48 HRS., Shrek 2, Shrek, Shrek the Third, The Nutty Professor.
- Best Kurosawa Movie: Seven Samurai, Rashomon, The Seven Samurai , Ikiru, Ran, Kagemusha, Sanjuro, Yojimbo, Akira Kurosawa’s Dreams, Samurai.
- Best Chuck Norris Movie: Lone Wolf McQuade, The Delta Force, Missing in Action, The Octagon, Invasion U.S.A., Game of Death, Hero and the Terror, Missing in Action 2 – The Beginning, The Hitman, An Eye For an Eye.
- Best John Travolta Movie: Grease, Be Cool, Face/Off, Ladder 49, Basic, Domestic Disturbance, Swordfish, Phenomenon, Lucky Numbers, Pulp Fiction.
- Best Demi Moore Movie: Ghost, Indecent Proposal, Charlie’s Angels: Full Throttle, Wisdom, Passion of Mind, Deconstructing Harry, Mr. Brooks, A Few Good Men, The Scarlet Letter, The Juror.
- Best Leonardo DiCaprio Movie: Blood Diamond, Titanic, The Departed, 11th Hour, Gangs of New York, The Man in the Iron Mask, William Shakespeare’s Romeo and Juliet, The Quick and the Dead, This Boy’s Life, Total Eclipse.
- Best Scarlett Johansson Movie: The Nanny Diaries, Scoop, Lost In Translation, Girl With a Pearl Earring, The Black Dahlia, A Good Woman, The Prestige, Match Point, In Good Company, A Love Song for Bobby Long.
- Best Halle Berry Movie: Monster’s Ball, Perfect Stranger, Die Another Day, Swordfish, X-Men: The Last Stand, X-Men, X2: X-Men United, Things We Lost in the Fire, Why Do Fools Fall in Love?, The Rich Man’s Wife.
- Best Salma Hayek Movie: Frida, After the Sunset, Once Upon a Time in Mexico, Ask the Dust, Bandidas, Wild Wild West, Desperado, Breaking Up, Midaq Alley, 54.
- Best Catherine Zeta-Jones Movie: Chicago, The Legend of Zorro, Ocean’s Twelve, The Terminal, Entrapment, The Mask of Zorro, America’s Sweethearts, No Reservations, Intolerable Cruelty,Blue Juice.
- Best Sharon Stone Movie: Basic Instinct, Casino, Catwoman, The Quick and the Dead, Sliver,Diabolique, Where Sleeping Dogs Lie, Diary of a Hitman, Sphere, Intersection.
- Best Tom Cruise Movies: Top Gun, Jerry Maguire, Collateral, Risky Business, Rain Man, A FewGood Men, The Color of Money, The Firm, Far and Away, Eyes Wide Shut.
- Best Jennifer Esposito Movie: Breakin’ All the Rules, Taxi, Backflash, Welcome toCollinwood, The Master of Disguise, Don’t Say A Word, I Still Know What You Did Last Summer,Summer of Sam, Kiss Me Guido, Just One Time.
- Best Brad Pitt Moive: Ocean’s 13, Ocean’s Twelve, Ocean’s Eleven, Babel, Troy, TheAssassination of Jesse James by the Coward Robert Ford, Confessions of a Dangerous Mind, SpyGame, The Mexican, The Favor.
-
[e-source: world wide web]
Add comment September 30, 2007